Laman

Minggu, 05 Januari 2014

My Guardian Angel

Begitu sulit hatiku untuk mencintaimu padahal kamu pria yang baik, penuh perhatian juga penyayang, tapi itu tidak cukup untuk bisa membuka hatiku, malah aku sibuk mengejar pria lain. Mungkin perbedaan keyakinanlah yang membuat aku tidak bisa membuka hati. Dan entah apa yang membuatmu begitu mencintaiku, berulangkali kau mengatakan itu padaku...tapi aku kerap kali mengabaikannya. Tapi kamu tidak pernah menyerah, apapun kamu lakukan untukku meskipun aku hanya menganggapmu hanya teman. Kamu belajar sholat, belajar baca Qur'an, itu kamu lakukan hanya untuk memikat hatiku, tapi aku tidak pernah menghargai pengorbanan besarmu untukku. 

Dan akhirnya kesabaranmu menghadapiku sampai pada titik dimana kamu muak, marah padaku hingga kamu memutuskan ingin mengakhiri hidupmu, telah banyak sayatan-sayatan pisau ditanganmu, tapi sepertinya Tuhan masih menyayangimu dan mengijinkanmu untuk tetap hidup. Betapa bodohnya apa yang kau lakukan itu rela mati konyol hanya karena aku. Siapa sih aku, masih banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik dari aku yang pastinya wanita yang bisa membuka hatinya untukmu, yang akan menyayangimu dengan tulus. 

Aku marah padamu karena melakukan hal bodoh itu juga pada diriku sendiri kenapa masih tetap tidak  bisa membuka hati pada seorang pria yang cintanya begitu besar padaku. Meskipun aku telah menolak cintamu dan iya aku telah melukai hatimu tapi kamu selalu ada disampingku, tetap menjadi teman terbaikku yang selalu menjagaku, dan kamu tetap mencintaiku dalam diam. 

Karena kamu selama ini selalu menjadi malaikat pelindungku hingga kau berat untuk meninggalkanku ketika kamu harus pergi dari kota ini, aku peluk erat dirimu, sedih karena kamu tidak lagi bisa menjagaku seperti biasanya, dan kamu cuma bilang baik-baik disini ya, aku hanya mengangguk.

Entah berapa bulan, tahun aku mencoba mencarimu tapi tak pernah aku temukan, hingga suatu saat salah satu sahabatmu datang padaku, dan mengabarkan kabar duka itu padaku yang membuat dadaku terasa sesak, dan aku hanya bisa meneteskan air mata tanpa berkata sepatah katapun, menyesali semua yang telah aku lakukan padamu. Dia telah pergi meninggalkanku untuk selamanya tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku. Ternyata selama ini kamu menyembunyikan penyakit itu dariku, hanya karena kamu tidak ingin aku merasa iba, kasihan padamu. Tuhan kenapa begitu cepat dia pergi, siapa yang akan menjagaku dari laki-laki berengsek yang membuatku terluka? siapa yang hatinya sakit ketika seorang laki-laki lain menyakitiku? siapa yang akan menghapus air mataku ketika laki-laki lain membuatku menangis?

Betapa jahatnya aku telah menyakiti seorang malaikat yang selama ini selalu menjagaku, yang selalu ada untukku disaat senang dan sedihku. Dia yang tak pernah lelah menjagaku, dia yang selalu memastikan kalau aku baik-baik saja. Dia yang selalu ingin melihatku tersenyum dan bahagia. Dia yang tidak suka jika melihatku menangis karena seorang pria. Dia yang selalu mengatakan padaku "jangan pernah menangisi yang tak pantas kau tangisi". Maafkan aku, semoga kamu menemukan cinta sejati dikeabadianmu. 


"We all have a Guardian Angel who is loving, kind and caring, who'll be there when we need someone to share the load we're bearing"-unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar